Masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju Sekolah Dasar (SD) merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Tidak sedikit anak yang mengalami kesulitan saat awal masuk SD, seperti rewel, belum mandiri, sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, atau mengalami hambatan sosial dan emosional. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan sekolah tidak hanya ditentukan oleh usia atau kemampuan membaca dan berhitung semata, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis anak secara menyeluruh.
Oleh karena itu, peran parenting dan konseling menjadi sangat penting dalam membantu orang tua dan sekolah mempersiapkan anak usia dini agar lebih siap memasuki jenjang pendidikan dasar.
Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar
Kesiapan masuk Sekolah Dasar merupakan kondisi di mana anak telah memiliki kematangan yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar secara optimal. Berdasarkan hasil tes kesiapan sekolah, kesiapan anak tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tetapi juga mencakup beberapa subtes utama, yaitu:
-
Komunikasi
Kemampuan anak untuk menyampaikan pendapat, keinginan, serta berinteraksi secara verbal dengan guru dan teman sebaya. -
Motorik Halus
Keterampilan yang melibatkan koordinasi otot kecil dan mata-tangan, seperti menulis, menggambar, memotong, menyusun puzzle, dan kegiatan pra-menulis lainnya. -
Motorik Kasar
Kemampuan gerak yang melibatkan otot besar, seperti berlari, melompat, melempar, dan menjaga keseimbangan tubuh. -
Sosialisasi
Kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial, mau berteman, berbagi, mengikuti aturan, serta tidak menarik diri dari kelompok. -
Kemandirian
Kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan sendiri, berpakaian, ke toilet, dan bertanggung jawab terhadap tugas sederhana.
Ikhwaningrum dan Wiworo (2024) menegaskan bahwa hasil tes kesiapan sekolah menjadi dasar penting bagi orang tua dan sekolah untuk mengetahui aspek mana yang sudah berkembang dengan baik dan aspek mana yang masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan parenting dan konseling.
Peran Parenting dalam Mempersiapkan Anak
Parenting merupakan proses pendampingan orang tua dalam mengasuh, mendidik, dan menstimulasi perkembangan anak. Melalui kegiatan parenting, orang tua dapat memperoleh pemahaman mengenai aspek-aspek perkembangan anak yang perlu dipersiapkan sebelum masuk SD.
Dalam kegiatan parenting, orang tua diajak untuk memahami bahwa kesiapan sekolah bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah. Orang tua memiliki peran utama dalam menumbuhkan kemandirian anak, membiasakan anak berkomunikasi, melatih kemampuan motorik, serta membangun kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi sejak dini. Dengan pola asuh yang tepat, anak akan lebih siap menghadapi lingkungan sekolah yang menuntut disiplin, interaksi sosial, dan kemandirian.
Konseling sebagai Pendamping Hasil Tes Kesiapan Sekolah
Selain parenting, konseling menjadi langkah lanjutan yang penting setelah dilakukan tes kesiapan sekolah. Konseling membantu orang tua memahami hasil asesmen psikologis anak secara lebih mendalam, sekaligus memberikan arahan mengenai aspek-aspek yang perlu ditingkatkan.
Menurut Erna (2013), kesiapan anak masuk SD tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan berpikir, tetapi juga oleh kesiapan motorik serta sosial-emosional. Melalui konseling, orang tua dapat memperoleh rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, serta melakukan monitoring perkembangan anak secara berkelanjutan. Konseling juga berperan dalam mendeteksi dini kemungkinan adanya hambatan perkembangan sehingga anak dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal.
Kolaborasi Orang Tua, Sekolah, dan Psikolog
Persiapan anak masuk SD akan berjalan optimal apabila terdapat kolaborasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan tenaga profesional di bidang psikologi. Sekolah dapat menggunakan hasil tes kesiapan sekolah sebagai dasar perencanaan pembelajaran, sementara orang tua memperoleh panduan praktis dalam mendampingi anak di rumah.
Dalam praktik profesional, Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam. Kolaborasi semacam ini membantu memastikan bahwa setiap anak mendapatkan dukungan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Kesimpulan
Parenting dan konseling merupakan dua pendekatan penting dalam mempersiapkan anak usia dini memasuki Sekolah Dasar. Kesiapan sekolah tidak hanya dilihat dari kemampuan akademik, tetapi juga mencakup aspek komunikasi, motorik, sosial, emosional, dan kemandirian anak.
Melalui kegiatan parenting, orang tua memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peran mereka dalam mendukung kesiapan anak. Sementara itu, konseling membantu mengarahkan tindak lanjut hasil asesmen psikologis secara tepat. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang baik, anak dapat memasuki jenjang SD dengan lebih percaya diri dan siap berkembang secara optimal.
Referensi
Ikhwaningrum, D. U., & Wiworo, S. R. I. H. (2024). Parenting dan konseling untuk kesiapan masuk SD. Community Development Journal, Vol. 5 No. 3, 5140–5144.
Erna. (2013). Kesiapan anak mengikuti pendidikan Sekolah Dasar ditinjau dari aspek kognitif, motorik, dan sosial emosional.